Senin, 04 Maret 2013

ROUTER CISCO ( Perintah Dasar )


ShareInside - Selamat pagi sobat blogger, baru nongol lagi nih setelah beberapa minggu karena bingung mau posting apa. Karena saya saat ini sedang mempelajari tentang router cisco ngga ada salahnya saya ingin berbagi apa yg telah saya pelajari. Saya tidak akan menjelaskan ini terlalu jauh hanya perintah dasar dan mode apa saja yg terdapat pada Router Cisco, mungkin klo ada waktu kita akan mempelajarinya lebih dalam. 

Ternyata perintah – perintah dasar cisco sangatlah mudah jika kamu sering menggunakan linux, tetapi ini bukan sistem operasi linux melainkan sistem operasi IOS (Internetwork Operating System) yang di buat sendiri oleh vendor Cisco. Oke, saya ingin mengkonfigurasikan IOS cisco dengan Packet Tracert, Sesudah menjalankan Packet Tracert klik pada gambar router di sudut kiri bawah atau tekan tombol Ctrl+Alt+R, kemudian pilih salah satu router yang disediakan (saya memilih Router type 1841) kemudian Drag ke area bagian design.
Langkah berikutnya double klik pada  Router yang kita pilih tadi maka akan tampil jendela router tersebut, kemudian klik tab CLI, nah ! disini kita akan mengimplementasikan perintah – perintah tersebut. Sebelumnya kita akan mendapat sistem configurasi dialog maka ketikan NO lalu Enter. Setelah itu akan muncul “Router>” atau tanda prompt yang di sebut “user executive mode (UEM)”. Jika kita ingin melihat perinta apa – apa saja di dalam UEM ketikan saja “?”, diantarnya adalah:
Ping : Memberikan informasi tentang adanya koneksi (ditambah dengan tujuan Address atau host).
Contoh : “Router>ping 192.168.1.1” 
Show : Menunjukan system yang sedang berjalan perintah ini ditambah dengan apa yang ingi ditunjukan seperti interface, version dll ketikan kembali “?” setelah show jika ingin menelusuri lebih lanjut.
Contoh: “Router>show interface” 
Telnet : Jika kita ingin meremote router atau switch yang lain dengan menambah Destination address atau host seperti pada perintah ping (Pastikan destination addres sudah terkoneksi).
Contoh: “Router>telnet 192.168.1.1” 
Enable : Jika kita ingin masuk ke Privilage Executive Mode (PEM)

Maaf ya tidak semua saya jelaskan hanya beberapa point penting saja, mungkin kita membahasnya di tahap advance, okay! Kita akan lanjut keberikutnya, Jika kita ingin menelusuri perintah – perintah lebih dalam maka kita harus masuk ke PEM “Router#”, dimana PEM ini sama seperti pada linux yang di sebut “Mode Super User”. Seperti biasa jika kita tidak tahu perintah apa selanjutnya yang ingin kita lakukan maka ketikanlah “?”.

Kembali lagi saya jelaskan beberapa perintah yang tersedia di PEM, yaitu : 
Configure : Perintah ini dilakukan jika kita ingin mengkonfigurasi Router tersebut, yang biasanya sering disebut Global Configuration Mode (GCM) perintah ini harus ditambah dengan “Terminal”
Exit : Perintah untuk kembali ke UEM 
Reload : Perintah Untuk merestart IOS 
Write : Perintah untuk menyipan configurasi – configurasi yang sudah kita lakukan, perintah ini biasanya ditambah dengan “memory” Contoh: “Router# Write Memory”

Menurut saya hanya ini point – point penting untuk perintah dasar dari PEM, dan hampir semua perintah yang berada di UEM terdapat di PEM. Berikutnya kita akan masuk ke GCM (Global Configuration Mode) ” Router(config)#” didalam mode ini barulah kita bisa mengkofigurasikan Router tersebut, dan seperti biasa apa saja yang ingin kita konfigurasikan makan kita tekan tombol bantuan yaitu “?”.

Hostname: Perintah untuk mengganti nama Router
 
Enable password: Perintah untuk mempassword ketika masuk ke PEM
Contoh: saya akan mempassword PEM dengan password “cisco”

 
Maka jika kita login ke PEM maka akan seperti ini :

Maka jika kita login ke PEM maka akan seperti ini
Banner: Perintah untuk memunculkan semacam note atau pemberitahuan jikan ingin mengakses Router tersebut biasanya perintah ini di tambah dengan “motd” ( Message Of To Day ) atau“login” dan kata – kata note harus di dalam tanda “#”.
Contoh:

 
Maka akan muncul seperti ini:
Interface atau Line: jika kita ingin memasuki lebih spesifik dari port – port pada Cisco Router perintah ini harus di tambahkan dengan nama dari port tersebut.

Contoh:
 
Mungkin itu saja yang saya bisa jelaskan, Semoga Bermanfaat ^_^

Referensi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HEAD LINE NEWS SHARE INSIDE | Tempat Berbagi Ilmu dan Pengtahuan Seputar Dunia Komputer juga Dunia IT dll | Semoga Sobat Blogger Enjoy with this Blog dan Jangan lupa Like Us On Facebook ... | Terima Kasih atas Kunjungannya !
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...